You'll Never Walk Alone
Selasa, 26 November 2013
Rabu, 18 September 2013
KEORGANISASIAN
1. 1. PENGERTIAN
1.1.1. Pengertian Organisasi
Keorganisasian
adalah : suatu badan yang di mana di dalamnya terdiri dari beberapa orang yang
mempunyai Fisi dan Misi yang sama. Atau organisasi ialah setiap bentuk
persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara
formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan. Hidup
kita banyak bergantung dan dipengaruhi oleh organisasi, sebab sebagian besar
kebutuhan hidup kita dipenuhi melalui organisasi. Apa yang kita pakai, apa yang
kita makan dan dengan apa kita pergi, semua merupakan produk atau output
organisasi. Secara umum dapat dikatakan bahwa seserang masuk atau membentuk
suatu organisasi karena mengaharapkan akan dapat terpenuhi kebutuhannya melalui
organisasi. Inilah satu hakikat hidup manusia yaitu selalu hidup dalam
organisasi atau berorganisasi, bukan saja karena manusia tak mampu hidup
sendiri kecuali hidup dan berinteraksi dengan manusia lain dalam memenuhi kebutuhanya,
melainkan juga karena manusia menghadapi pembatasan, ketidak mampuan fisik dan
psikis, pemilikan materi dan waktu dalam usahanya untuk mencapai tujuananya.
Pada dasarnya organisasi itu ada karena organisasi mempersatukan sumber –
sumber dan potensi individu – individu. Dua orang yang bekerja sama akan lebih
mudah melakukan pekerjaanya dibanding bila seorang diri melakukanya karena akan
menanggung beban yang lebih berat.
Sekelompok
orang yang yang ingin mencapai tujuan melalui kerja sama memerlukan aturanya
dan koordinasi terhadap kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan. Sebab jika salah
seorang tidak bergerak, maka sasaran dan tujuan tidak akan tercapai sebagaimana
diinginkan. Dapat dikatakan bahwa organisasi merupakan alat untuk mencapai
tujuan, karena organisasi itu mengejar tujuan dan sasaran yang dapat dicapai
secara lebih efisien dan klebih efektif dengan tindakan yang dilakukan secara
bersama - sama. Organisasi dimana individu menjadi anggotanya dapat berukuran
yang berbeda - beda, baik besarnya, strukturnya, kompleksitasnya maupun
tujuannya.
1.1.2. Pengertian Pengorganisasian.
Seperti
telah diuraikan sebelumnya tentang manajemen pengor- ganisasian adalah
merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan
sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan
tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil
pengorganisasian adalah struktur organisasi.
1.1.3. Pengertian Struktur Organisasi
Struktur
organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi.
Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan
bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut
diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga
menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan
penyampaian laporan.
1.2 TUJUAN DAN MANFAAT
1.2.1. Tujuan Organisasi
Tujuan
organisasi pada dasarnya merupakan perpaduan dari berbagai tujuan baik yang
bersifat komplementer yaitu tujuan individu atau anggota organisasi, maupun
tujuan yang bersifat substantif, yaitu tujuan organisasi secara keseluruhan.
Tujuan substantif merupakan tujuan pokok organisasi, yang menjadi sebab
dibentuknya suatu organisasi. Kegiatan-kegiatan organisasi selalu diarahkan
pada dua dimensi tujuan, yaitu :
1.2.1.1. Secara Umum
1.2.1.1. Secara Umum
Agar
proses pekerjaan tercapai dengan cara diatur, disusun sehingga seluruh
pekerjaan dapat diselesaikan secara efktif dan efisien. Kefefktifan berhubunga
dengan tingkat sejauh mana sasaran dapat dicarpai baik secara eksplisit maupun
implisit. Sedangkan efisiensi berhubungan dengan penggunaan sumber daya
seminimal mungkin untuk mencapai tujuan tertentu. Adakalanya tujuan tercapai
secara efektif tetapi tidak efisien, maksudnya tujuan tercapai terjadi
pemborosam tenaga, bahan dan waktu. Sebaliknya dapat terjadi tujuan dicapai
secara efisien, tetapi tidak efektif.
1.2.1.2 Secara Khusus
Tercapainya
kepuasan anggota organisasi. Dalam proses pencapai tujuan organisasi, setiap
orang atau anggotaØ
yang terlibat dalam aktivitas organisasi harus diberikan kepuasan, sehingga
mereka merasa sebagai anggota organisasi. Hal ini akan mendorong mereka untuk
bekerja dalam kondisi dan motivasi yang produktif.
1.2.2. Manfaat Organisasi
Benarkah
berorganisasi di sekolah identik dengan penurunan prestasi dan konsentrasi
belajar. Memang berorganisasi dapat bersifat adiktif.Namun, jika tidak pandai
mengatur waktu, tugas-tugas lain bisa terbengkalai. Inilah salah satu sisi
"negatif"-nya.
Melihat sisi "negatif" berorganisasi di sekolah, kita juga harus melihat sisi positifnya.Di luar semua itu berorganisasi di sekolah ternyata memiliki banyak nilai-nilai positif yang bermanfaat dalam pengembangan pribadi.
Melihat sisi "negatif" berorganisasi di sekolah, kita juga harus melihat sisi positifnya.Di luar semua itu berorganisasi di sekolah ternyata memiliki banyak nilai-nilai positif yang bermanfaat dalam pengembangan pribadi.
1.2.2.1 Menambahan Pengalaman
Dengan
menjadi anggota panitia suatu kegiatan, kita mendapat pengalaman
berorganisasi.Bagaimana bekerja dalam komunitas yang terdiri dari
individu-individu majemuk, beraneka ragam latar belakang dan pola pikir.Ada
yang berpikir cepat dan nyambung dengan pikiran kita, namun ada juga yang lemot
dan enggak nyambung-nyambung.
Dengan
kesibukan tambahan ini, mau tidak mau kita harus belajar strategi menyatukan
visi, membagi kerja, dan menjalankan tugas.Istilah kerennya, job description
masing-masing tugas harus jelas. Berbagai benturan yang mungkin terjadi saat
menyatukan visi, tentu akan menjadi tambahan pengalaman tersendiri. Begitu pula
saat pembagian kerja, kita menjadi terbiasa untuk bekerja secara team work,
saling membahu, mendukung satu dengan lainnya.
Selain
memperoleh pengalaman berorganisasi, kita juga mendapatkan pengalaman dan
menambah wawasan dalam bidang yang kita kerjakan. Misalnya, bila bertugas
sebagai seksi publikasi, kita akan mendapat pengalaman bagaimana berhubungan
dengan orang lain di luar kelompok sendiri, bagaimana mempromosikan kegiatan
yang kita buat dan media yang akan digunakan. Bergabung dengan kepanitiaan
suatu kegiatan tentu membuat kita harus berinteraksi dengan banyak orang.
Proses interaksi ini membuat kita menjadi kenal dan dikenal banyak orang.
Dengan kata lain, melalui pergaulan yang luas,kita akan memiliki banyak teman.
Selasa, 16 Oktober 2012
Ekspedisi Bawakaraeng
keringat yang bercucuran di sertai dengan tenaga yang telah terkuras habis terbayar dengan panorama dan semilir angin yang membawa kami pada lamunan , di mana kah aku???surga kah ini???ku yakin bukan .....karena ini masih belum apa - apa di bandingkan surga.,....
gunung bawakaraeng penuh panorama dan aura mistis yang menelisik akal pikiran...sering terlahir pertanyaan yang "mereka" ,buat apa sih mendaki???bikin capek saja......tak perlu tesis atau desertasi untuk menjawab pertanyaan itu.,.,.,,.ayo beranikan diri untuk mengetahui sampai mana batas kemampuanmu...,.,.
pujian yang berlebihan terkadang di sematkan kepada mereka yang berhasil menaklukan puncak gunung ,.,.,.,tentang keberanian ,mental, fisik dan massih banyak lagi.,.,.tetapi sebenarnya kita lebih banyak membutuhkan keberanian dan pikiran jernih dalam menjalani kehidupan yang sesunnguhnya lebih berat,.,.,.bukan kah mendaki bagi sebagian orang merupakan proses 'lari" sejenak dari kehidupan yang berat dan membosankan.,.,
medan yang terjal,,,,curam dan cuaca yang ekstrem terkadang
mengikis semangat dan tenaga.,.,.tapi satu keyakinan bahwa senyum akan terpasang setelah mencapai ;puncak.,.,.,..,pendakian akan sia - sia apabila tidak sampai puncak...."BUAT APA MENDAKI KALAU TIDAK SAMPAI PUNCAK!!!!!itu lah buah dari usaha hasil dari sebuah proses.....
"Ketika sungai terakhir telah kering....."
"ketika pohon terakhir telah di tebang"
"ketika ikan terakhir telah di tangkap"
"Mereka akan sadar bahwa uang mereka tidak dapat di makan"
SALAM LESTARI.,.,,.,.,
Selasa, 04 Oktober 2011
FILSAFAT HUKUM
Filsafat hukum adalah filsafat atau bagian dari filsafat yang mengarahkan refleksinya terhadap hukum atau gejala, sebagaimana dikemukakan J. Gejssels, filsafat hukum adalah filsafat umum yang diterapkan pada hukum dan gejala hukum. Hal yang sama juga dalam dalil D.H.M. Meuwissen, bahwa filsafat hukum adalah filsafat karena itu ia merenungkan semua persoalan fundamental dan masalah-masalah perbatasan yang berkaitan dengan gejala hukum
RUANG LINGKUP FILSAFAT HUKUM
1) Ontology hukum, yakni mempelajari hakekat hukum, misalnya hakekat demokrasi, hubungan hukum dan moral, Dll
2) Axiology hukum, yakni mempelajari isi dari nilai seperti; kebenaran, keadilan, kebebasan, kewajaran, penyalahgunaan wewenang dan lainnya.
3) Ideology hukum, yakni mempelajari rincian dari keseluruhan orang dan masyarakat yang dapat memberikan dasar atau legitimasi bagi keberadaan lembaga-lembaga hukum yang akan datang, system hukum atau bagian dari sistem hukum.
4) Epistemology hukum, yakni merupakan suatu study meta filsafat. Mempelajari apa yang yang berhubungan dengan pertanyaan sejauh mana pengatahuan mengenai hakekat hukum atau masalah filsafat hukum yang fundamental lainnya yang umumnya memunginkan.
5) Teology hukum, yakni menentukan isi dan tujuan hukum.
6) Keilmuan hukum, yakni merupakan meta teori bagi hukum, dan
7) Logika hukum, yakni mengarah kepada argumentasi hukum, bangunan logis dari sistem hukum dan struktur system hukum.
Pengantar Ilmu Hukum
- Istilah
Istilah pengantar ilmu hukum (yang biasa disingkat PIH) pertama kali lahir dan dipergunakan di Indonesia sejak berdirinya Perguruan Tinggi Gajah Mada di Yogyakarta tanggal 13 maret 1946. Istilah pengantar ilmu hukum [PIH] merupakan terjemahan dari istilah bahasa belanda ‘Inleiding tot de Rechtswetenschap’ yang telah dipergunakan di Indonesia sejak 1942, pada saat di Jakarta didirikan Rechts Hoge School. Inleiding tot de Rechwetenschap merupakan terjemahan dari bahasa jerman ‘Einfuhrung in die Rechts wissenschat yang telah digunakan sejak abad 19 dan permulaan abad 20.
Istilah pengantar ilmu hukum pada dasarnya mengandung beberapa gambaran, antara lain;
- Memberikan suatu pandangan umum secara ringkas mengenai seluruh ilmu pengetahuan Hukum,
- Memberikan suatu pandangan mengenai kedudukan ilmu hukum disamping ilmu-ilmu yang lainnya, dan
- Menjelaskan mengenai pengertian-pengertian dasar, asas dan penggolongan cabang-cabang hukum.
>Pengetian
Dari segi etimologi pengantar ilmu hukum terdiri dari dua kata yaitu Pengantar dan Ilmu hukum. Pengantar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti pandangan umum secara ringkas sebagai pendahuluan. Sedangkan Ilmu Hukum adalah pengetahuan yang khusus mengajarkan kepada kita perihal hukum dan segala seluk beluk yang berkaitan didalamnya, misalnya sumber-sumber, wujud, pembagian macam, sifatnya, sistemnya dan segala faktor yang baik secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi dan sebagainya.
Penagntar ilmu hukum pada hakekatnya merupakan pondamen atau dasar dari pengetahuan hukum didalamnya tertanam pengertian-pengertian dasar yang menjadi akar daripada ilmu atau pengetahuan hukum.
Dari uraian diatas terdapat pengertian dasar dari pengantar ilmu hukum, yaitu;
- Merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari/memperkenalkan hukum secara umum, dan hanya pada garis besarnya saja.
- Mengantar, menunjuk jalan kearah cabang-cabang ilmu hukum yang sebenarnya.
- Memberikan suatu pandangan umum secara ringkas mengenai seluruh ilmu pengetahuan hukum, mengenai kedudukan ilmu hukum disamping ilmu-ilmu yang lain.
Langganan:
Komentar (Atom)



